Di era globalisasi, interaksi yang melibatkan masyarakat satu negara dengan masyarakat dari negara lain terjalin semakin intens. Untuk dapat memetik manfaat dari perkembangan ini, seseorang harus memiliki keinginan untuk belajar dan memahami tentang seluk beluk bangsa lain, termasuk dalam budaya, bahasa, dan nilai-nilai yang dianutnya. Dengan memahami aspek ini, maka dapat mengurangi dampak kesenjangan dan kegagapan budaya ketika berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai negara yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. UII pun secara intens terus mendorong para sivitas akademikanya untuk mempelajari dan memahami budaya asing yang dimiliki oleh bangsa lain. Sebab ke depan, sejalan dengan kebijakan internasionalisasi di UII, para sivitas akademika pun diproyeksikan akan banyak bersinggungan dengan sivitas akademika dari berbagai universitas asing yang menjadi mitra UII.
Hal ini sebagaimana tergambar dalam kegiatan Klub Perancis UII yang aktif menyelenggarakan aktifitas pemahaman lintas budaya di antara Indonesia dan Perancis. Klub yang baru memulai kegiatannya pada November 2014 ini beranggotakan para mahasiswa UII yang tertarik untuk belajar tentang budaya Perancis. Berdirinya klub tersebut juga merupakan realisasi kerjasama yang dijalin antara UII dan Institut Français d'Indonésie (IFI) yang telah disepakati sebelumnya. Para pengajar dan sukarelawan IFI rutin menghadiri pertemuan klub untuk membagikan pengalamannya.
Disampaikan oleh Herman Felani, MA, pengajar Bridging Program International Program UII bahwa pendirian klub ini selain bertujuan mendorong minat belajar mahasiswa juga menyiapkan para mahasiswa UII untuk terbiasa dengan iklim internasionalisasi perguruan tinggi. “Setiap hari Selasa pada jam 1 siang, klub selalu mengadakan kegiatan mulai dari belajar budaya, bahasa, hingga mengenal bagaimana suasana belajar dan bekerja di Perancis”, kata Herman. Pada momen-momen tertentu, kegiatan klub juga melibatkan staf IP UII.
Seperti diketahui, pemerintah Perancis memang membuka peluang yang luas bagi mahasiswa asing untuk belajar di negerinya sehingga diharapkan peluang ini juga disambut oleh para mahasiswa UII. Herman juga menambahkan dalam waktu dekat UII akan membuka “Warung Perancis” yang berfungsi sebagai pusat kebudayaan Perancis di kampus UII.
Pada Selasa (13/1), klub mengadakan kegiatan belajar memasak masakan Perancis yang berlangsung di Gedung Prof. Sardjito, kampus terpadu UII. Seorang volunteer IFI membawakan kegiatan tersebut dan memperkenalkan tentang masakan-masakan Perancis. Para peserta yang terdiri dari para mahasiswa IP dan Hubungan Internasional UII nampak antusias dalam menyimak setiap pemaparan dari volunteer IFI. Mereka juga langsung mempraktekkan pengetahuan yang baru saja mereka peroleh. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi makan bersama dalam suasana yang akrab di antara peserta dan volunteer IFI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar