1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman.
Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah: saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, saat mata mereka terlihat ceria, potretlah.
2. Maksimalkan pencahayaan dari jendela.
Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.
3. Ajak bicara obyek foto.
Dengan mengajak bicara si obyek foto , kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing, misal : sudah berapa lama pak memegang jabatan direktur.? atau buat pertanyaan yang lucu sehingga mereka bisa tertawa dengan lepas. lalu persiapkan kamera dan mulai klik tombol kamera saat mereka tersenyum
4. Ketahui tujuan pemotretan.
Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan, apakah untuk kebutuhan majalah. atau mungkin untuk kebutuhan perusahaan, usahakan banyak melalukan explor angle dan Frame dari sisi Vertical dan horizontal dan buat space, dan buat juga tight. untuk mengurangi Crop pada foto.
5. Teknik Pencahayaan
teknik pencahayaan dapat di lakukan dengan cara Mix Lighting, Misalnya Foto di dalam ruangan, agar tidak terkesan Flat karena cahaya yang berada di ruangan saja. maka sebagai fotografer bisa menggunakan Teknik Strobist.. apakah itu strobist. itu adalah teknik yang menggunakan Flash External seperti hal nya menggunakan lighting Studio. akan tetapi Flash External menggunakan Tambahan alat lagi yang disebut Transmiter Dan Receiver untuk mensingkronkan Kamera saat merekam objek dan flash akan tersingkron dengan tombol Shutter kamera.