Senin, 19 Januari 2015

Teknik Foto Potrait

1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman.
Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah: saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, saat mata mereka terlihat ceria, potretlah.

2. Maksimalkan pencahayaan dari jendela.
Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.

3. Ajak bicara obyek foto.
Dengan mengajak bicara si obyek foto , kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing, misal : sudah berapa lama pak memegang jabatan direktur.? atau buat pertanyaan yang lucu sehingga mereka bisa tertawa dengan lepas. lalu persiapkan kamera dan mulai klik tombol kamera saat mereka tersenyum 


4. Ketahui tujuan pemotretan.
Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan, apakah untuk kebutuhan majalah. atau mungkin untuk kebutuhan perusahaan, usahakan banyak melalukan explor angle dan Frame dari sisi Vertical dan horizontal dan buat space, dan buat juga tight. untuk mengurangi Crop pada foto. 

5. Teknik Pencahayaan
teknik pencahayaan dapat di lakukan dengan cara Mix Lighting, Misalnya Foto di dalam ruangan, agar tidak terkesan Flat karena cahaya yang berada di ruangan saja. maka sebagai fotografer bisa menggunakan Teknik Strobist.. apakah itu strobist. itu adalah teknik yang menggunakan Flash External seperti hal nya menggunakan lighting Studio. akan tetapi Flash External menggunakan Tambahan alat lagi yang disebut Transmiter Dan Receiver untuk mensingkronkan Kamera saat merekam objek dan flash akan tersingkron dengan tombol Shutter kamera.

Minggu, 18 Januari 2015

Teknik Bulb



 1.Cari tempat yang gelap. Anda bisa mencobanya dikamar dengan lampu dimatikan. Jika anda mencobanya di luar ruangan, usahakan tidak ada sumber cahaya lain yang masuk ke foto (memang tdak harus tapi untuk awal agar lebih mudah)
2.Tentukan obyek foto yang akan anda sinari, lalu tentukan bagaimana anda akan menyinarinya
3.Alternatif lain adalah memotret pola sumber cahaya: anda bisa menggunakan lampu senter untuk menulis kata atau meniru bentuk tertentu
4.Set kamera di posisi bulb mode, artikel ini membahas mode bulb secara tuntas
5.Gunakan aperture yang moderat. Antara f/4 sampai F/8 adalah pilihan awal yang bagus
6.Gunakan kabel release shutter lalu kunci di posisi lock, kalau anda tidak memiliki kabel release cari teman yang mau memencetkan tombol shutter sesuai waktu exposure yang dibutuhkan
7.Sekarang mulailah gunakan sumber cahaya untuk menerangi beberapa titik/area obyek foto atau mulailah membuat bentuk sesuai keinginan anda tadi
8.Usahakan anda tidak berdiri antara sumber cahaya dan lensa, kalau cahaya dari lampu ke lensa terhalang oleh badan anda maka hasil foto akan tampak ada siluetnya
9.Usahakan lama penyinaran antara satu titik ke titik lain sama waktunya agar hasil foto tampak lebih halus
10.Setelah selesai ‘melukis”, lepaskan tombol shutter (atau kabel release)
11.Lihat hasil akhir foto, kalau anda belum puas dengan foto akhir, ulangi lagi. Kadang diperlukan beberapa kali usaha untuk menentukan waktu exposure yang bagus sesuai dengan kekuatan sumber cahaya anda.

Tips Levitasi

Levitasi merupakan gabungan teknik foto dan konsep foto sehingga semakin kuat Konsep dari sebuah foto dan semakin kuat teknik foto maka semakin kuat juga efek Levitasinya. Konsep foto di sini merupakan perpaduan dari pose tubuh, ekspresi wajah, pakaian atau aksesoris yang dipakai dan Lingkungan Sekitar.
  • Pose Tubuh yang sedang jump shot biasanya bahu terangkat, dada membusung, kaki terlipat sempurna, tangan dan kaki bergerak bebas atau terlihat tidak natural, rambut yang berantakan.
  • Ekspresi wajah yang sedang jumps shot biasanya terlalu ceria, mulut terbuka lebar tanpa makna, terlihat ekspresi sedang usaha melompat (muka tertekuk misalnya).
  • Pakaian/aksesoris yang sedang jump shot biasanya berantakan, aksesorisnya juga seperti tas dan Kalung terlihat tidak natural.
  • Lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi apakah foto ini terlihat lompat atau terlihat terbang? Misalnya di dalam foto ada penampakan kursi atau apapun yg membuat logika kita berpikir orang ini sedang loncat dari atas kursi, maka efek levitasinya akan berkurang.
Untuk teknik foto sendiri sebenarnya sangat sederhana, secara umum hanya mengandalkan speed tinggi (minimal 1/250) dan pengambilan sudut secara low angle (memotret dari bawah) selain itu diperlukan juga cahaya yang cukup terang agar obyek foto tidak nge-blur. Karena sederhana teknik foto levitasi ini hampir dapat diterapkan pada semua jenis kamera termasuk kamera seluler dan kamera saku.
 

Filosofi foto levitasi adalah anti gravitasi, jadi seolah-olah orang tersebut bisa melayang tanpa usaha seperti Superman. Sehingga jika adegan di foto adalah orang terpental hal itu bukan merupakan levitasi karena dia terbang akibat di dorong (terpental) bukan karena memang bisa terbang karena bisa anti gravitasi.

MODE “BULB” PADA DSLR


Inti dari foto kembang api adalah untuk dapat merekam cahaya yang dikeluarkan tiap percikan kembang api tersebut, jadi “timing” kita sangatlah kritis untuk mendapatkan gambar yang sempurna. Contoh di atas juga menunjukkan bahwa fotografer telat menekan tombol shutter, dan akhirnya gambar kembang apinya jadi mirip rambutan! Jadi usahakan agar memencet tombol shutter sesaat sebelum kembang api nya meletus di udara. Letusan pertama biasa disebabkan karena ledakan untuk meluncurkan kembang api tersebut, maka bersiaplah untuk menekan tombol shutter. Tekanlah shutter sesaat sebelum kembang api tersebut meletus dan mengembang. Ini membutuhkan beberapa kali latihan dan cobalah untuk mendapat ritme berapa lama setelah ledakan pertama untuk menekan tombol shutter.
Satu hal yang optional tapi bisa membantu mendapatkan sebuah foto kembang api yang sempurna, yaitu menggunakan “remote trigger”. Ini adalah alat yang dihubungkan ke kamera melalui kabel ataupun wireless, agar kita bisa menekan tombol shutter tanpa menyentuh kamera sendiri. Kadang dengan menekan tombol shutter di kamera, tekanan tersebut sendiri dapat menggoyang kamera, dan hasil foto tidak akan maksimal. Jika anda melihat foto2 anda hasilnya mirip dengan foto berikut, maka cobalah untuk menekan tombol shutter dengan lebih lembut, atau usahakan agar kamera tidak bergerak sama sekali.
Dalam setting-an bulb, shutter akan terbuka pada saat anda menekan tombol shutter, dan akan tertutup dan berhenti merekam cahaya pada saat anda melepaskannya. Jadi sang fotografer harus cermat dalam timing kapan menekan dan melepaskan trigger/tombol shutter tersebut. Hal ini cuman bisa dikembangkan dengan latihan berkali2. Untungnya acara kembang api biasanya berlanjut untuk beberapa menit, jadi banyak lah waktu untuk ber-eksperimen.