Minggu, 21 Desember 2014

Warna Fotografi



Suhu Warna

Spoiler for tentang Suhu Warna

Cara mata manusia dalam mempersepsikan warna tidak sama dengan kamera. Perbedaan hasil antara apa yang dilihat oleh mata dan kamera berhubungan dengan suhu warna yang dipancarkan oleh sumber cahya. ada 3 macam suhu warna yang biasanya kita temui, yaitu :
Tungsten , Daylight, dan Fluorescent

Perbedaannya
1. Tungsten
dengan sumber cahaya Tungsten hasil foto kekuning2an - kemerah2an

2. Daylight
hasil foto akan normal seperti apa yang tampak

3. Flourescent
hasil foto akan kebiru kehijauan 

makin tinggi suhu cahaya warna yang dipancarkan maka hasil fotonya akan semakin kebiruan. semakin rendah suhu warna cahaya, akan semakin kemerahan hasil fotonya.

[B]Light Meter
alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan, atau bisa juga disebut exposure meter.
pada light meter terdapat beberapa pola pengukuran, antara lain:
1. Spot Metering
pengukuran hanya dilakukan pada titik tertentu. wilayah pengukuran lebih sempit sehingga diigunakan untuk mengukur cahara secara detil.

2. Centereweighted metering
sensitivitas light meter dipusatkan di tengah2 bidang pandang pada view finder. bidang pengukuran sedikit lebih luas dibandingkan dengan pola pengukuran spot matering.

3. Multipattern/multisegmented metering
pengukuran dilakukan dengan mengambil nilai rata2 dari cahaya yang ada



M, A , S , P pada kamera

Spoiler for tentang M, A, S, P


M - Manual
f,t, dan ISO diatur sesuai keinginan fotografer. tetapi bila Flash digunakan, maka flash akan tetap otomatis, kecuali agan mengaturnya secara manual.

A- Aparture Priority
fotografer mengatur f, maka t mengikuti secara otomatis

S - Shutter Priority
Fotografer mengatur Shutter Speed maka f mengikuti

P - Mirip dengan fungsi auto
bedanya kamera mengatur f dan t; tapi fotografer dapat mengubah keduanya sesuai dg interval yang disediakan kamera dan juga fotografer masi bisa mengatur parameter lain (seperti ISO, WB,dll)

Modus Otomatis
kamera menetukan f, t, dan ISO secara otomatis. sebagian besar kamera akan mengaktifkan flash secara otomatis ketika tingkat pencahayaan begitu rendah, tidak peduli situasi pemotretan yang dihadapi.

Teknik Foto Panning


* Atur Shutter Speeds: untuk speed diatas 1/125 dianggap fast speed. Tergantung objek yang akan di panning semakin cepat gerak objek maka semakin cepat shutter speed yang digunakan.
* Atur Fokus secara manual atau Continuous Focus 
* Ikut arah pergerakan objek dan pada saat moment yang sesuai tekan shutter untuk membekukan objek ( freeze )
* Tantangannya adalah kecepatan kamera mengikuti objek harus sama dengan kecepatan objek, jika tidak objek gambarnya agak sedikit blur. Jika memungkinkan background di belakang objek memiliki warna lebih gelap atau warna warni supaya kelihatan lebih menarik.
* Jangan menggunakan LCD dalam menggunakan teknik Panning.
* Jika Shutter speed lebih cepat dari objek maka gambar yang dihasilkan statis, dengan background kurang blur.

Bagi pemula 25-30 foto yang diambil mungkin hanya 1 yang tajam. Jadi jangan khawatir untuk terus mencoba teknik ini dan latihan yang rutin akan membuat rasio keberhasilannya akan semakin tinggi.

Sebagai Gambaran Setting Generik Panning untuk mengambil gambar orang bersepeda atau burung yang sedang terbang bisa menggunakan speed 1/20, ISO 100, Focus di Set Continuous (AF-C Nikon) atau (AI Servo Canon), Focal length 200mm.

Teknik Fotografer

Untuk memotret model di luar ruangan, ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan oleh para fotografer pemula, antara lain :

1. Gunakan kamera pada posisi ZOOM agar model bisa berada agak jauh dari anda.

2. Jangan menggunakan lensa pada posisi Wide Angle ( lensa lebar ) karena ada akan efek distorsi, model terlihat lebih lebar.

3. Bila memotret model di luar ruangan, usahakan mencari waktu saat sinar matahari masih soft ( 8-10 pagi hari atau 3-5 sore hari ). Hal ini ditandai dengan bayangan di bawah kelopak mata atau hidung serta leher tampak lembut.

4. Gunakan teknik pencahayaan samping, dimana cahaya datang dari sisi kiri atau kanan model.

5. Untuk mengantisipasi sisi model yang tidak terkena cahaya, anda bisa menggunakan teknik fill in light (cahaya pengisi). Teknik fill in light yang sederhana adalah menggunakan kertas putih atau kain putih sebagai reflektor ( media pantul cahaya matahari )

6. Untuk model dengan ukuran tubuh sedang, posisikan kamera pada tengah tengah frame serta tingginya sejajar dengan model.

7. Untuk model dengan ukuran tubuh lebih gemuk atau lebar, usahakan mengambil posisi agak serong kira atau kanan agar model terlihat lebih kurus.

8. Untuk pemotretan model luar ruangan, pilihkan lokasi yang tidak begitu rame dan latar belakang yang lembut sehingga model menjadi tampak dominan. Pemilihan warna background pun diusahakan menghindari warna merah karena warna ini cenderung membuat warna kulit lebih pucat atau bahkan kebiru – biruan.

9. Penjiwaan oleh model sangatlah penting karena akan mempengaruhi aura dari foto yang dihasilkan, usahakan membuat model merasa nyaman dan rileks, umumnya ini akan didapat setelah 30 menit pemotretan.

10. Komunikasi yang baik penting dilakukan agar model tidak kehilangan mood, seperti menyampaikan pose yang kurang bagus, sebaiknya dibangkitkan saja rasa percaya diri sang model dengan berkata “Ok.

Fotografi studio



Fotografi studio adalah jenis fotografi yang pada awalnya banyak dilakukan di dalam ruangan untuk menciptakan gambar sesuai keinginan fotografer. Fotografi jenis ini memerlukan banyak campur tangan teknis agar gambar yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan yang direncanakan.

Sejarah
Fotografi studio dimulai pada abad 19. Kurangnya pencahayaan membuat fotografer berpikir keras untuk merekayasa pencahayaan di dalam ruangan, seperti memantulkan cahaya matahari dengan pemantul besar dari jalan ke jendela. Namun penemuan pelat basah pada awal abad 20 membuat film menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Sehingga rekayasa cahaya tidak lagi berkutat di usaha untuk mendapatkan cahaya yang cukup untuk membakar film, tetapi juga mengolah cahaya tersebut agar menghasilkan suasana dan emosi tertentu. Teater Broadway juga menyumbangkan banyak peran besar dalam perkembangan fotografi studio dengan memperkenalkan penggunaan setting dan penggunaan lampu studio. Hasilnya foto menjadi lebih dramatis dan artistik.
Spesialisasi
Sebenarnya banyak sekali spesialisasi yang terbentuk seiring penemuan teknik baru yang memberikan keleluasaan kepada fotografer untuk merekam objek tertentu. Tetapi secara garis besar fotografi studio bisa digolongkan kepada spesialisasi berikut:

  • Fotografi potret 
  • Fotografi still life 
  • Fotografi fashion 
  • Fotografi Interior 
  • Fotografi wedding 
  • Fotografi People

Keseluruhan spesialisasi ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih khusus. Misalnya fotografi still life dibagi menjadi fotografi otomotif, makanan, mesin, produk, dan sebagainya.

Pencahayaan Dalam Fotografi kamera DSLR

Pencahayaan
  • Cahaya Matahari Penuh: Ditandai langit yang berwarna biru dan awan yang berwarna putih.
  • Cahaya Matahari Tidak Langsung: Menimbulkan efek cahaya yang menyebar secara merata.
  • Window Lighting: Pencahayaan dalam ruangan dengan memanfaatkan bukaan, lazim pada studio zaman dulu.
  • Available Lighting: Memanfaatkan cahaya apa adanya.
  • Pencahayaan buatan: Menggunakan lampu sebagai sumber cahaya utama maupun tambahan.
Pencahayaan Buatan
  • Main light: Cahaya utama untk menerangi objek, biasanya disetel paling terang.
  • Fill light: Penyeimbang main light.
  • Hair light: Memberikan tekstur.
  • Background light: Memberikan cahaya pada background
Jenis-jenis Pencahayaan Buatan (Continous)
  • Fresnel: Memberikan warna yang merata akibat digunakannya lensa khusus.
  • Gels: Filter untuk menciptakan efek warna.
  • Soft box & Umbrella: Memberikan cahaya yang lembut.
  • Reflector & panel: Alat untuk memantulkan cahaya.
Komposisi Dasar
Komposisi dalam fotografi : penempatan elemen visual dalam foto sehingga menghasilkan gambar yang menyenangkan (pleasing for the eyes).
Elemen Visual (elements of design, formal elements atau elements of art) adalah “bahasa” yang ada untuk dikomposisikan oleh fotografer untuk menghasilkan foto yang baik.
Elemen visual :
  • Garis
  • Bentuk
  • Warna
  • Tekstur
  • Arah
  • Ukuran / dimensi
  • Perspektif
  • Ruang

Teknik Fotografi

Macam-macam Teknik Fotografi
1. Depth of field (ruang tajam)
Hal-hal yang mempengaruhi teknik fotografi ruang tajam adalah:
  • Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit)
  • Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)
  • Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur)
2. Panning
  • Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto.
  • Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik.
  • Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.
  • Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).
3. Slow & stop action
  • Slow action: salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik.
  • Stop action: kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.
4. Zooming
  • Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa.
  • Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
  • Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik.
  • Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga).
5. Bulb
  • Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
  • Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.
  • Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod.
  • Misal, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.
Rule of third
Sebuah aturan dalam teori fotografi yang mengatakan bahwa subjek tidak seharusnya diletakan di tengah frame. Subjek utama harus diletakan pada perpotongan garis-garis imajiner yang membagi frame mejadi 3 bagian.

Camera Movement
  • Pan: Gerak kamera ke kiri dan kanan dengan bertumpu pada satu sumbu.
  • Tilt: Gerak kamera ke atas dan bawah dengan bertumpu pada satu sumbu.
  • Zoom: Gerak maju atau mundur yang disebabkan oleh permainan lensa, dengan posisi kamera diam.
  • Tracking: Gerak kamera dengan menggunakan rel, memberikan efek tiga dimensional.
  • Crane shot: Gerak kamera ke atas dan ke bawah dengan menggunakan tangan mekanik atau crane. Crane shot berfungsi untuk memberi kesan memasuki atau meninggalkan sebuah kejadian.

Pengertian Fotografi

Definisi Fotografi dan Sinematografi
  • Fotografi: Kegiatan mengambil dan mencetak foto.
  • Sinematografi: Fotografi gambar bergerak.
Dasar-dasar Sinematografi
  • Framing: Kegiatan membatasi adegan / mengatur kamera sehingga mencakup ruang penglihatan yang diinginkan.
  • Angle: Sudut pengambilan Gambar.
  • Shot size: Cara pengambilan gambar.
  • Komposisi: Penyusunan elemen-elemen dalam sebuah pengambilan gambar, termasuk di dalamnya adalah warna dan objek.
Kamera Subjektif/Objektif
  • Kamera Subjektif. : Cara pengambilan gambar, seolah-olah audiens menjadi bagian dari peran tertentu.
  • Kamera Objektif. : Cara pengambilan gambar, dimana audiens hanya menjadi pengamat.
Shot size
  • Extreme Long Shot
  • Long Shot
  • Medium Long Shot
  • Medium Shot
  • Medium Close Up
  • Close Up
  • Big Close Up
  • Extra Close Up
Focus
  • Follow Focus: Fokus kamera mengikuti objek bergerak.
  • Pull / Rack Focus: Fokus berubah dari satu objek ke objek yang lain.
Angle
  • High angle
  • Normal
  • Low angle
Jenis lensa
  • Wide angle
  • Tele
  • Macro
  • Normal

Tips Memotret Embun

Berikut adalah Tips dan teknik memotret tetesan embun.

Aksesoris apa yang saya butuhkan?
Jika Anda memiliki Kamera DSLR menggunakan lensa makro saat Anda akan memotret pada jarak fokus dekat. Pengguna kamera compact harus beralih ke mode makro (biasanya simbol bunga pada pilihan mode kamera Anda agar kamera Anda tahu Anda akan bekerja dekat dengan subjek Anda).

Jika Anda memiliki tripod dengan sebuah kolom tengah yang dapat diaktifkan secara horisontal atau terbalik, aturlah, jika tidak, anda dapat mengganjalnya dengan bantal misalnya.

Jika Anda memilikinya, gunakanlah kabel release atau remote release, hal ini berguna agar kamera anda tidak bergoyang. Atau, self timer selama dua detik memberi Anda cukup waktu untuk menekan tombol.

Blur Background
Sebuah bukaan menengah akan memberikan kedalaman bidang atau Depth of field yang pas, dengan latar belakang yang tidak fokus, sementara objek tetap tajam. Awasi shutter speed Anda karena Anda tidak ingin foto menjadi blur. Cobalah dengan bukaan yang besar juga, jika menurut anda itu kurang tepat, maka rubahlah.

Fokus
Pastikan fokus Anda adalah pada tetesan, sehingga Anda mendapatkan gambar yang jelas dan bagus dari mereka. Anda mungkin harus mengorbankan ketajaman latar depan sebagai tetesan yang agak blur dan hanya akan mengalihkan perhatian orang yang melihat gambar.

Pembiasan Fotografi
Tetesan embun yang jatuh ke bawah pada ujung rumput tampak hebat, tetapi trik sederhana yang lain adalah untuk mendapatkan gambar di dalam tetesan embun. Untuk melakukan ini ambilah gambar bunga atau rumput dan memindahkannya di belakang subjek Anda sampai Anda bisa melihatnya dalam jendela bidik.