Seperti yang telah admin jelaskan di atas, bahwa Nikon adalah pelopor dari kamera analog yang menggunakan Center Weighted Metering sejak tahun 1960-an dan diikuti oleh kamera-kamera analog lainnya. Terutama kamera analog full manual yang menggunakan pembacaan jenis ini. Dengan sistem ini, exposure dihitung berdasarkan intensitas cahaya di pusat area gambar. Pembacaan ini sangat handal bila menggunakan lensa standar, dengan asumsi objek menempati daerah pusat frame. Pembacaan ini hampir sama dengan matrix metering, tetapi pembacaannya dilakukan dari area yg lebih kecil/sempit.
- Pembacaan reflective metering ini memfokuskan diri sekitar 60-80% pada bagian pusatviewfinder, sisanya area yang berada di pinggir frame akan dikesampingkan.
- Keuntungannya adalah pembacaan ini tidak dipengaruhi oleh kedaan langit dan area kecil di sekitar tepi ftrame yang memiliki tingkat kecerahan beragam.
- Gunakan kamera dengan pembacaan jenis ini bila sobat ingin mengambil gambar close-up atau objek yang relatif besar/lebar yang berada di tengah frame.
Center-weighted metering sangat baik digunakan bila sobat ingin mengambil gambar close-up dan portrait dimana objek relatif lebar. Sehingga metering melakukan pembacaan dengan menitik-beratkan langsung pada objek dan mengurangi pengeksposan pada background. Reflective metering jenis ini lebih mudah untuk diprediksi daripada evaluative/matrix metering sehingga sobat akan mendapatkan hasil yang loebih konsisten. Misal contoh momennya, bila objek yang sobat ingin ambil tertembak oleh cahaya penuh dari matahari dan sobat ingin fokuskan hasilnya di objeknya, seketika pula kontras yang tinggi akan sobat dapatkan di objeknya dari background-nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar